Hujan. Menunggu. Aku. Kamu. Tak apa-apa. Hujan. Bukan masalah. Bercanda. Nada. Menunggu. Tak usah di tunggu. Hujan. Lebih lama. Tak berhenti. Senang. Tersenyum.
Hujan.
Kamu menerobosnya demi menemui aku. Namun tak mau menerobosnya agar lebih lama bersamaku.
Aku suka hujan.
Jumat, 15 November 2013
Senin, 16 September 2013
Tuhan, Bolehkah Aku Menangis?
Dalam diam tanpa kata. Dalam doa tanpa suara. Ku rapal namaMu di hatiku. Ku setubuhi artiMu dalam sujudku. Dalam sepi tanpa cahaya. Dalam hampa tanpa daya. Ku kristalkan pujianku dalam tiap butir biji tasbih. Ku lantunkan surat cinta dariMu dengan lirih.
Ku yakin Kau mendengarnya...
Ku yakin Kau menyaksikannya...
Dalam diam tanpa cahaya. Dalam hampa tanpa suara. Ku panjatkan permohonanku agar sampai ke langit sana. Ku mohon pengampunan dariMu yang Maha perkasa. Dalam doa tanpa daya. Dalam sepi tanpa kata. Ku pasrahkan guratan takdir yang menungguku. Ku ikhlaskan apa-apa yang bukan bagianku.
Ku yakin Kau mendengarnya...
Ku yakin Kau menyaksikannya...
Dalam diam, dalam doa, dalam hampa, dalam sepi,
Aku hanya ingin berkata,
aku lelah, Tuhan...
Maka, bolehkah aku menangis?
.
Kamis, 12 September 2013
Ibu, Aku Hanya Ingin Bersandar
Aku terpaku.
Seperti malam-malam sebelumnya di
jam yang sama pula. Aku selalu mencari cara agar bisa bersandar padamu. Ingatkah
Bu, ketika aku mendekatimu dan mencoba bersandar di pundakmu? Kau selalu bilang
tubuhku berat, lalu mendorongku perlahan dan kau pun menjauh.
Sejak saat itu aku melakukan diet
ketat dan olah raga gila-gilaan, Bu. Aku ingin menjadi ringan agar tak
membebanimu ketika aku bersandar di pundakmu. Ku kira usahaku berhasil… Berat
badanku hanya 42 Kg saat aku pulang menemuimu sebulan yang lalu. Tapi ternyata
aku tak cukup ringan untuk bersandar di pundakmu yang semakin rapuh. Aku tahu
kau menua, Bu. Karena itu aku tetap tersenyum ketika kau mendorongku untuk yang
kesekian kalinya saat aku berusaha bersandar padamu.
Tapi aku tak pernah berputus asa,
Bu. Aku bahkan membeli pil-pil ini agar tubuhku semakin ringan. Dan ku yakin malam
ini engkau pasti tak akan menolakku untuk bersandar padamu. Tubuhku tak lagi
berat, Bu. Aku seringan kapas. Atau mungkin, malah lebih ringan dari itu.
Karena sejak tadi aku bisa terbang dan mengambang di udara.
.
Aku ringan, Bu. Ringan sekali.
Tolonglah kali ini jangan
menolakku lagi.
Karena aku, hanya ingin bersandar...
Categories
Cerita Pendek,
Fiksimini
Langganan:
Komentar (Atom)