Kamis, 12 September 2013

Ibu, Aku Hanya Ingin Bersandar

Diposting oleh Unknown di 23.16


Aku terpaku.

Seperti malam-malam sebelumnya di jam yang sama pula. Aku selalu mencari cara agar bisa bersandar padamu. Ingatkah Bu, ketika aku mendekatimu dan mencoba bersandar di pundakmu? Kau selalu bilang tubuhku berat, lalu mendorongku perlahan dan kau pun menjauh.

Sejak saat itu aku melakukan diet ketat dan olah raga gila-gilaan, Bu. Aku ingin menjadi ringan agar tak membebanimu ketika aku bersandar di pundakmu. Ku kira usahaku berhasil… Berat badanku hanya 42 Kg saat aku pulang menemuimu sebulan yang lalu. Tapi ternyata aku tak cukup ringan untuk bersandar di pundakmu yang semakin rapuh. Aku tahu kau menua, Bu. Karena itu aku tetap tersenyum ketika kau mendorongku untuk yang kesekian kalinya saat aku berusaha bersandar padamu. 

Tapi aku tak pernah berputus asa, Bu. Aku bahkan membeli pil-pil ini agar tubuhku semakin ringan. Dan ku yakin malam ini engkau pasti tak akan menolakku untuk bersandar padamu. Tubuhku tak lagi berat, Bu. Aku seringan kapas. Atau mungkin, malah lebih ringan dari itu. Karena sejak tadi aku bisa terbang dan mengambang di udara.
.
Aku ringan, Bu. Ringan sekali.

Tolonglah kali ini jangan menolakku lagi.

Karena aku, hanya ingin bersandar...

2 komentar:

Titis Ayuningsih on 13 September 2013 pukul 02.34 mengatakan...

Bersandar di pundak Ibu rasanya "beban" yang selama ini dipikul merasa ringan ya meski hanya sementara.

Unknown on 13 September 2013 pukul 18.36 mengatakan...

Iyaa mbak, betul sekali...pundak Ibu adalah tempat ternyaman di dunia :)

Posting Komentar

 

Bermain Kata, Meramu Rasa... Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos