Jumat, 24 Januari 2014

Rahasia Tempat Tujuan

Diposting oleh Unknown di 06.26


Remuk redam
Entah rasa apa lagi yang bisa aku lawan
Nelangsa dalam kenikmatan mengenangmu untuk diriku sendiri
Di tengah rintik hujan sore yang tiap tetesnya  menyia-nyiakan penyangkalan yang aku bangun

Ini sakit, sayang…

Wangi tanah basah dan daun-daun segar yang menguar bagai obat bius membekap hidungku
Ia ciptakan potongan-potongan gambar terangkai tentang pertemuan terakhir
Demi butir air mata yang jatuh dua-dua
Oleh kalimat-kalimat cinta dan denting lagu mana lagi ku beri tahu?

Diamku yang angkuh bagai angin panas bulan Mei
Olehmu terpikirkah?
Aku yang diam tetap memelihara rindu dan berharap Tuhan sudi menetapkanmu menjadi takdirku
Tidakkah kau mengerti sulitnya mencukupkan diriku dengan bahagiamu saja?

Mencintai tak harus memiliki kata mereka
Omong kosong!
Jemari kelingking yang pernah terkait tak akan pernah rela, karena…
Obor yang pernah kau kobarkan di dalamku telah membakar diriku seluruhnya




Bandung, 24 Januari 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bermain Kata, Meramu Rasa... Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos